Jateng Today
Pemprov jateng Kucurkan Dana Rp 7,5 Miliar untuk Ndalem Joyokusuman
istimewa

Pemprov jateng Kucurkan Dana Rp 7,5 Miliar untuk Ndalem Joyokusuman

www.surakarta.go.id

www.surakarta.go.id

SOLO, TRIBUNJATENG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan anggaran Rp7,5 miliar untuk penataan koridor masuk Ndalem Joyokusuman di Solo yang merupakan bekas kediaman para pangeran putra raja Keraton Kasunanan Hadiningrat Surakarta.

Dana sebesar tersebut dianggarkan lewat APBD Jawa Tengah tahun 2017 dan juga dikerjakan tahun itu juga.

Kepala Dinas Tata Ruang Kota Pemkot Surakarta, Agus Djoko Witiarso, mengatakan, Pemprov Jawa Tengah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar untuk penataan koridor Ndalem Joyokusuman.

“Kelihatannya itu masuk prioritas juga di provinsi,” katanya, seperti dikutip Antara, Jumat (5/8).

Ia mengatakan, saat ini Pemkot Surakarta tengah melakukan verifikasi persiapkan dan sudah disampaikan jika detail engginering design (DED) tahun 2016 sudah siap. Sehingga seandainya tahun depan ada bantuan Gubernur (Bangub) maka DED sudah siap dan bisa langsung dikerjakan.

Dikatakan, kalau untuk penataan Ndalem Joyokusumannya itu nanti berharap bantuan dari Pemerintah Pusat, itu nanti akan menyentuh Jalan.Veteran-Ndalem Joyokusuman dengan panjang 300 meter Jalan Padmonegoro sampai Jalan AM Sangaji.

“Minimal penataan koridor dulu dikerjakan, jadi akses masuknya biar kelihatan. Nantinya konsepnya akan dibuat area pedestrian dan jalur hijau untuk pejalan. Jadi ini merupakan tahapan untuk mengembangkan bangunan tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, saat bantuan Gubernur itu turun berharap bantuan dari pemerintah pusat juga bisa turun, pemkot mengajukan anggaran Rp 20,5 miliar. Namun kalau tidak bisa berharap ada anggaran dari APBD Kota Surakarta untuk memperbaiki sebagian kondisi bangunan dulu.

“Jadi kalau koridornya sudah ditata tapi bangunan dalam tidak ada aktivitas maka percuma. Maka fungsi bangunan itu harus dihidupkan dulu. Makanya saat bantuan Gubernur turun dari pusat juga turun, jadi bangunan dalam ada aktivitasnya dan harus hati-hati dalam pengerjaannya mengingat masuk bangunan cagar budaya (BCB) dan banyak yang rusak,” paparnya. (antara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*