Jateng Today

Lima Destinasi Wisata Anda di Jawa Tengah

JATENGSATU.COM -- Bagi Anda yang ingin atau kebetulan melewati wilayah Jawa Tengah jangan lewatkan lima tempat ini. 1. Candi Borobudur Candi Borobudur  berada di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Letaknya adalah sekitar 15 km arah selatan kota Magelang. Candi ini berada di dataran berbukit yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh gunung. Adapun gunung yang mengelilingi candi ini antara lain Gunung Merbabu (sebelah timur), Gunung Merapi (sebelah Barat laut), Gunung Sumbing (sebelah Selatan) dan Gunung Sindoro (sebelah Utara). Suasana candi tersebut membuat kita ingin kembali lagi kesana menikmati pemandangan dan saksi bisu sejarah yang mengesankan. 2.…

Review Overview

0
www.antarajateng.com

www.antarajateng.com

JATENGSATU.COM — Bagi Anda yang ingin atau kebetulan melewati wilayah Jawa Tengah jangan lewatkan lima tempat ini.

1. Candi Borobudur
Candi Borobudur  berada di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Letaknya adalah sekitar 15 km arah selatan kota Magelang. Candi ini berada di dataran berbukit yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh gunung.

Adapun gunung yang mengelilingi candi ini antara lain Gunung Merbabu (sebelah timur), Gunung Merapi (sebelah Barat laut), Gunung Sumbing (sebelah Selatan) dan Gunung Sindoro (sebelah Utara). Suasana candi tersebut membuat kita ingin kembali lagi kesana menikmati pemandangan dan saksi bisu sejarah yang mengesankan.

2. Dieng Plateu
Dieng Plateau (Dataran Tinggi Dieng) yang memiliki lingkungan alam  khas dengan bentang alam menakjubkan. Kumpulan telaga-telaga cantik, candi kuno, fenomena unik kawah Dieng serta Gunung Prau Dieng yang berada pada ketinggian 2.565 mdpl sebagai puncak tertinggi di dataran Dieng.

Dieng merupakan dataran tinggi (2.000 mdpl) terluas di Dunia setelah Nepal. Letaknya di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing sekitar 26 km dari pusat Kota Wonosobo, secara administratif berada di daerah perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah.

Suhu udara Dieng berkisar 12-21 derajat Celcius di siang hari dan 5-9 derajat Celcius di malam hari. Pada musim kemarau (bulan Juli-September), suhu udara dapat mencapai -4 derajat Celcius di pagi hari.

3. Pagoda Buddhagaya Watugong
Pagoda Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya Watugong Semarang ini memiliki tinggi 45 meter, pagoda ini dibangun tujuh tingkat dengan hampir semua konstruksi bangunannya terbuat dari beton, serta banyak menggunakan latar warna merah dan beberapa arca di tiap tingkat pagodanya.

Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya ini ditetapkan oleh Museum Rekor Indonesia MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Selain itu, dua gazebo besar tampak mengapit di samping kanan-kirinya, yang digunakan sebagai tempat tambur dan lonceng, yang menjadi salah satu adat kelengkapan pagoda.

Pagoda Avalokitesvara juga disebut sebagai Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih Sayang karena keberadaannya untuk menghormati figur cinta kasih dan kasih sayang, yaitu Kwan Sie Im Po Sat.

4. Diving di Kepulauan Karimunjawa
Taman Nasional Karimun Jawa Merupakan gugusan kepulauan berjumlah 27 pulau yang terletak di Laut Jawa, Tepatnya di kabupaten Jepara dan mempunyai luas 111.625 Ha.

Anda bisa menikmati keindahan terumbu karang dan indahnya ikan ikan yang ada di bawah laut karimunjawa, surga bawah laut yang ada di karimunjawa. Terdapat banyak sekali destinasi wisata yang ada di karimunjawa, mulai dari destinasi spot pulau yang indah, spot snorkeling dan spot untuk melihat sunset, wisata darat Karimunjawa pun tidak kalah mempesonya dengan wisatanya lautnya, ada tracking mangrove, Bukit joko tuo, Flower Hill dan masih banyak lagi destinasi yang ada di kepulauan karimunjawa.

5. Kota Lama Semarang
Kota Lama Semarang identik dengan Gereja Blenduk yang sudah berusia lebih dari dua setengah abad. Gereja yang memiliki nama asli Nederlandsch Indische Kerk dan masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga kini menjadi Landmark Kota Semarang.

Karena masyarakat pribumi yang kesulitan mengucapkan nama dalam bahasa Belanda pun akhirnya menyebutnya blenduk karena memiliki atap berbentuk kubah berwarna merah bata yang terbuat dari perunggu serta dua menara kembar di depannya.

Perubahan nama juga terjadi pada Jembatan Berok yang dulu menjadi pintu gerbang menuju Kota Lama. Kata burg yang berarti jembatan dilafalkan menjadi berok dan nama itu terus dipakai hingga kini.

Sumber: Jatengtravelguide.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*