Jateng Today
Hati-hati Melintas Flyover Kretek Brebes, Banyak Mobil Kecelakaan

Hati-hati Melintas Flyover Kretek Brebes, Banyak Mobil Kecelakaan

JATENG.COM — Bagi Anda yang melewatu flyover Kretek Kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes harap berhat-hati. Pasalnya setelah resmi digunakan secara operasional pada Agustus 2017 lalu, rentetan kecelakaan telah terjadi di flyover Kretek ini.

Penyebabnya diduga karena kondisi jalan dengan turunan tajam atau sudut kemiringan terlalu tinggi. Terhitung, sudah ada sekitar lima kecelakaan yang terjadi. Tidak ada korban meninggal dunia dalam kecelakaan berantai itu.

Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto, melalui Kasat Lantas, AKP Arfan Zulkhan Sipayung, menyatakan kekurang hati- hatian pengemudi menjadi penyebab kecelakaan di flyover yang berada di jalur tengah Jateng atau Purwokerto- Tegal itu.

Ketika ditanya apakah kondisi jalan menjadi faktor utama kecelakaan itu, ia menampil hal tersebut. Ia menerangkan kondisi jalan sudah dinilai tim ahli dari instansi terkait.

“Memang jalan memiliki kemiringan tinggi. Namun, jika pengemudi berkonsentrasi dan kondisi fisik kendaraan bagus, kecelakaan tidak terjadi,” ujarnya.

Ia menilai kecelakaan yang terjadi karena faktor kesalahan manusia atau human error. Arfan mengimbau pengemudi melaju dengan kecepatan 20- 40 kilometer perjam saat melintas di turunan flyover.

Pada 7 September 2017 lalu, satu unit truk gandeng bernomor polisi H 1317 PF yang melaju dari arah selatan atau Purwokerto menuju ke utara atau Brebes menabrak enam kendaraan lain di lokasi yang tidak jauh dari flyover.

Berdasarkan penuturkan polisi, diduga truk pengangkut gandum itu mengalami rem blong. Sehingga dari turunan flyover melaju kencang dan tidak mampu mengontrolnya. Beruntung tidak ada korban meninggal dalam kejadian itu.

Rem blong pun dialami truk boks bernomor polisi R 1495 QA pada 19 September 2017. Setelah melaju di turunan flyover, sopir membanting stir ke arah lahan pertanian.

Truk boks arah selatan ke utara itu nyungsep dan mengakibatkan sopir dan kernet luka- luka.

Kecelakaan tunggal juga terjadi pada 6 Oktober 2017 pada malam hari. Saat itu, bus PO Murni Jaya melaju dari arah selatan menuju ke utara.

Saat di turunan flyover, bus terguling dan menutupi seluruh badan jalan. Akibatnya lalu lintas sempat lumpuh beberapa jam. Belasan penumpang luka- luka.

Polisi mengatakan bus mengalami slip karena kondisi di lokasi kejadian sedang turun hujan.

Dua hari setelahnya, yakni pada 8 Oktober, satu truk engkel bernopol G 1866 BS menabrak pembatas di lokasi tergulingnya bus. Polisi mengatakan ban belakang truk selip karena kondisi jalan licin.

“Truk mengalami slip ban. Sehingga sopir membanting stir ke kanan dan menabrak pembatas jalan,” ucapnya.

Setelah menabrak pembatas jalan, truk nyungsep ke parit yang berada di sebelah bangunan flyover. Dalam kejadian itu, sopir dan kernet mengalami luka karena pecahan kaca truk.

Rem blong kembali terjadi pada 10 Oktober 2017 kemarin. Satu truk trailer melaju kencang karena kondisi rem yang tidak berfungsi dengan baik di turunan flyover.

Beruntung, sopir bisa mengendalikannya dan truk bisa berhenti di pinggir jalan. Tidak ada korban dalam kejadian itu. (*)

Sumber: Tribun Jateng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*