Jateng Today
RUSTRININGSIH Partai di Luar PDIP Harus Berkoalisi

RUSTRININGSIH Partai di Luar PDIP Harus Berkoalisi

JATENGSATU.COM, SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2008-2013 Rustriningsih menyatakan minatnya ikut serta berpartisipasi dalam gelaran Pilkada Jateng 2018. Diusung atau tidak, dia menyerahkan mekanisme itu ke partai politik.

Menurut Rustri, minat saja tak cukup untuk ikut berkompetisi. Untuk ikut dalam kompetisi harus mengikuti mekanisme yang ada di partai politik.

“Minat saja enggak cukup, harus ada kesempatan dan peluang,” kata Rustri di Semarang, Sabtu (14/10/2017).

Sejauh ini, hanya PDI Perjuangan yang dapat mengusung sendiri calon untuk bertarung di Pilkada Jateng 2018. Partai lain harus berkoalisi untuk bisa memenuhi syarat mengajukan calon kepala daerah.

Rustriningsih menyatakan siap jika ada partai yang menunjuknya sebagai calon kepala daerah.

“Ranah di luar independen itu di luar kemampuan saya, saya serahkan yang di atas,” kata dia.

Sebagai bahan persiapan, Rustri mulai mengajak masyarakat untuk memberi masukan ke pemerintah. Berbagai seminar, dialog, hingga kegiatan sosial keagamaan terus dilakukan dalam rangka memberi masukan.

Rustri juga ingin agar ada pendampingan dari pemerintah untuk memberdayakan komunitas. Komunitas di masyarakat perlu digandeng untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada.

“Saya bereksperimen pada majelis taklim untuk menabung, itu saja sudah dapat saldo ratusan juta. Itu masih iseng, kalau digarap betul bisa lebih cepat. Pendampingan kepada komunitas itu bagian dari keperpihakan,” ujarnya.

Rustriningsih mengaku mendapatkan banyak pelajaran dalam soal pemerintahan setelah tidak lagi menjadi pejabat alias rakyat biasa.

“Bagaimana melihat pemerintahan dari luar. Sebagai pembanding ketika saya menjabat dulu. Sekarang, saya lebih banyak ngasuh anak-anak yang memang masih kecil,” katanya.

Hal itu diungkapkannya usai diskusi “Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah 2017 yang diprakarsai Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dan Perkumpulan Akuntan Muda (PAM) Jateng lalu.

Di sela kesibukannya mengasuh anak, ibu tiga anak itu kini lebih banyak mengisi kegiatan-kegiatan berkonsep penguatan masyarakat sipil dan pemberdayaan umat, misalnya melalui kelompok majelis taklim.

“Saya lakukan sedikit eksperimen di forum majelis taklim. Dari yang sebelumnya tidak mungkin, tidak mampu kini sudah memiliki tabungan ratusan juta rupiah,” kata mantan Bupati Kebumen dua periode itu.

Dalam forum-forum masyarakat itu, kata dia, ternyata banyak pelajaran yang didapatkan, yakni pendampingan dari pemerintah sangat dibutuhkan sebagai bagian keberpihakan, bukan sekadar melahirkan kebijakan.

Diakui mantan politikus PDI Perjuangan itu, banyaknya pelajaran itu menjadi berarti dan sangat dirasakannya sebagai rakyat biasa yang pernah menduduki jabatan di pucuk pemerintahan.

“Sebagai rakyat biasa yang pernah menjabat, saya jadi sadar betapa banyak hal yang mesti disiapkan, bagaimana harus mulai belajar jujur, terutama terhadap diri sendiri,” katanya.

Setidaknya, kata dia, apa yang sudah didapatkannya selama ini ketika berada di luar pemerintahan bisa menjadi masukan dan belum mengarah kepada persiapan penyusunan visi misi maju pilgub.

Mengenai peta politik di Pilgub Jateng 2018, Rustri mengatakan partai politik di luar PDI Perjuangan harus berkoalisi untuk bisa mengusung calon yang saat ini sepertinya masih terus bergerak.

“Biarkan tahapan ini berjalan. Soal peluang (maju lagi, red.), bisa 99 persen, bisa satu persen. Yang jelas, peluang tetap ada, tetapi penilaian ada di mereka (parpol pengusung, red.),” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*