Jateng Today
Timlo Sastro, Es Dawet Telasih Bu Darmi, Nasi Liwet Bu Sri Kuliner Legenda Pasar Gede Solo

Timlo Sastro, Es Dawet Telasih Bu Darmi, Nasi Liwet Bu Sri Kuliner Legenda Pasar Gede Solo

JATENGSATU.COM, SOLO – Bagi Anda yang bepergian atau melewati kota Solo Jawa Tengah jangan lupa mampir ke  Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah karena ada legenda kuliner di Pasar Gede ini.

1. Timlo Sastro

Timlo Sastro posisi nya di belakang Pasar Gede Solo. Timlo Sastro juga dikenal berada dekat tempat pembuangan sampah, sehingga bau sampah akan tercium ketika bersantap di sini.

Pak Sastro yang pertama kali mengenalkan Timlo kepada masyarakat Solo pada tahun 1952.

Timlo merupakan sejenis sup bening segar dengan isian aneka jeroan ayam, sosis solo, suwiran ayam, dan telur pindang.

Hidangan ini sejatinya dihidangkan saat sarapan.

Buka dari pukul 06.30-15.30 WIB.

Timlo Sastro dikelola oleh empat orang anak Pak Sastro, dan memiliki cabang di Jalan Dr Wahidin yang buka sampai malam.

Harga : Semangkuk Timlo Sastro komplit dengan nasi: Rp 25.000.

2. Nasi Liwet Bu Sri

Kuliner yang dirintis Bu Sri ini dilanjutkan anak-anaknya. Ciri khas kuliner ini adanya daun pisang  yang menjadi penjaga cita rasa nasi.

Bahan menu: Areh, suwiran ayam kampung rebus, sayur labu, dan telur pindang yang membuat hidangan ini sangat seimbang dari segi rasa.

Harga sepincuk nasi liwet Bu Sri dihargai Rp 9.000.

Lokasi : di bagian luar Pasar Gede yang menjual buah dan berada di pojok dengan meja sederhana dan kursi plastik.

3. Tahok

Tak jauh dari Nasi Liwet Bu Sri, ada Pak Citro yang menjual tahok. Tahok adalah camilan khas China yang mengenyangkan.

Terbuat dari sari kacang kedelai dan disantap dengan air jahe gula. Di banyak daerah, Tahok diesbut pula Kembang Tahu.

Pak Citro berjualan Tahok dari tahun 1968, buka dari pukul 06.00 WIB dan biasa habis pukul 12.00 WIB.

Harga: Satu mangkung Tahok  dengan harga Rp 6.000.

4. Dawet Telasih

Di Pasar Gede minuan yang paling dicari adalah  Dawet Telasih Bu Dermi. Mbak Uti adalah nama cucu Bu Dermi yang kini meneruskan usaha keluarga tersebut.

Ia mengaku tak tahu pasti kapan neneknya berjualan, tetapi banyak orang yang mengatakan sejak Pasar Gede berdiri, sekitar tahun 1930.

Bahan: Es dawet telasih komplit yang terdiri dari ketan item, cendol, bubur sum sum, gula putih, dan tape ketan.

Harga: Rp 9.000 per mangkuk.

Untuk menyantap es dawet ini perlu antre, tetapi kecepatan Mbak Uti meracik es dawet telasih tak perlu diragukan.

Bahkan Presiden RI, Joko Widodo juga gemar menyantap es dawet telasih ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*