Jateng Today
KEREN! Lulusan Teknik Elektro Ini Buat Dispenser Khusus Tuna Netra
medcom.id

KEREN! Lulusan Teknik Elektro Ini Buat Dispenser Khusus Tuna Netra

medcom.id

JATENGSATU.COM – Ali Nur Fathoni (24) memang sudah  lulus dan diwisuda di Auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang, Selasa (15/5/2018) lalu.

Tapi  karya inovatif yang berhasil diproduksinya tersebut, dapat dikembangkan untuk kemudian dimanfaatkan secara lebih luas lagi kepada para penyandang tunanetra di wilayah manapun di Indonesia.

Ya, produk karya mahasiswa angkatan 2013 Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Unnes tersebut adalah sebuah dispenser yang dirancang khusus untuk kaum tunanetra.


“Produk saya itu bernama Dispenser Tunanetra. Itu merupakan implementasi dari skripsi yang saya buat, berjudul Rancang Bangun Dispenser Otomatis untuk Penyandang Tunanetra Berbasis Pemrogaman Mikrokontroler,” jelas Ali.

Ali mengaku  ide awal mengapa memilih dispenser dan tunanetra yakni ketika dirinya sedang menyaksikan tayangan kehidupan seorang tunanetra pada televisi.

“Memprihatinkan. Ketika mereka mengambil air di dispenser, ternyata memanfaatkan dua jarinya dimasukkan ke dalam gelas sebagai fungsi penakar air. Jika dingin tidak terlalu bermasalah, tetapi jika itu air panas tentu cukup membuat nyeri jari,” tandasnya.

Lulusan asal Desa Tumang Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali itu berniat diri untuk dapat membuat produk yang sekiranya kelak bisa dikembangkan guna meringankan aktivitas para tunanetra di Indonesia. Sekaligus dijadikan produk aplikatif bahan skripsinya.

“Saya mulai mencari-cari literasi tentang dispenser. Tanya ke sana-ke mari termasuk juga berbincang-bincang dengan beberapa penyandang tunanetra. Sebagai objek produk saya adalah Komunitas Sahabat Mata Kecamatan Mijen Kota Semarang,” ujarnya.

Dia menyampaikan, berbagai trial and error (ujicoba) terus dilakukan setahap demi setahap. Termasuk juga membeli dispenser seharga sekitar Rp 150 ribu untuk kemudian dibongkar. Kemudian memasukkan beberapa teknologi yang bisa diterapkan.

 

Menurutnya, yang butuh waktu cukup lama dalam membuat produk adalah urusan programing. Sebab harus diutak-atik berkali-kali untuk dapat berfungsi sesuai rancangan. Dan untuk membuat produk itu, setidaknya dirinya sudah habiskan dana sekitar Rp 2 juta.Luar Biasa!

#infojatengterkini #infokecelakaanterkini #jatengterkini #jatengupdate #jatengterdepan #jawatengoke #jawatengahterkini #infojawatengahterkini #unneshebat #semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*