Jateng Today
Perpustakaan Unika Soegijapranata Semarang Juara ALIA

Perpustakaan Unika Soegijapranata Semarang Juara ALIA

Jateng Today — Rektor Unika, Prof Ridwan Sanjaya selalu mengingatkan bahwa perpustakaan harus dikelola profesional dan inovatif.

Tujuannya agar mampu bertahan dan inovasi di perpustakaan, bermacam-macam bergantung di masing-masing perguruan tinggi.

“Karena jika kita tidak melakukan inovasi berarti kita tergerus di era disruptif ini,” ungkapnya.

Hasilnya Perpustakaan Unika Soegijapranata Semarang yang sukses meraih juara di kompetisi Academic Library Innovation Award (ALIA).

Perpustakaan Unika Soegijapranata tersebut meraih juara 2, seusai penjurian dan penilaian yang berlangsung di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Lampung, 2 Oktober 2019.

Adapun ALIA merupakan wadah bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk berinovasi. Kompetisi ini baru digelar kali pertama, dan diinisiasi oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI).

Kepala Perpustakaan Unika, Rikarda Ratih Saptaastuti, mengaku bersyukur mendapatkan juara tersebut. Menurutnya beberapa hal dilakukan kampus untuk menjaga perpustakaan Unika tetap dimasuki oleh mahasiswanya.

Satu di antaranya adalah dengan melakukan inovasi digital.

Inovasi itu, menurutnya dilakukan secara beragam. Misalnya dengan pengembangan software, pengembangan layanan dan dari aspek pengembangan peran pustakawan Unika.

Peran pustakawan contohnya membantu dan berkolaborasi dengan para dosen membuat konten audio visual di ruang studio pembelajaran digital.

Sehingga materi yang dihasilkan dapat digunakan untuk konten e-learning atau kursus online, bahkan dimasukkan Youtube.

Dalam hal pengembangan software, menurutnya perpustakaan Unika menerapkan software open source di perpustakaan Unika yang lebih optimal.

Yakni dengan pemberian notifikasi kepada para mahasiswa atau dosen yang harus mengembalikan buku pinjaman lewat aplikasi perpustakaan Unika.

“Biasanya notifikasinya setiap pagi satu hari sebelum buku yang dipinjam harus dikembalikan ke perpustakaan.”

“Notifikasi itu berhenti jika yang bersangkutan sudah menyelesaikan kewajiban peminjaman buku,” ungkapnya.

Selain itu inovasi juga dilakukan dengan cara adanya sistem AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) di perpustakaan.

Hal itu, menurutnya bertujuan menumbuhkan minat baca para mahasiswa dan dosen di perpustakaan Unika.

Adapun terkait kejuaraan ALIA, menurutnya merupakan kompetisi berjenjang. Sebelumnya, perpustakaan Unika memenangkan kompetisi ALIA tingkat Provinsi Jateng, pada awal tahun ini.

Di kompetisi nasional, perpustkaan Unika bertanding melawan puluhan perpustakaan lain di perguruan tinggi seluruh Indonesia. Kriteria penilaian, menurutnya, yakni inovasi, keterpenuhan mahasiswa, hingga kelengkapan buku.

“Setelah dilakukan penjurian kami mendapatkan runner up,” jelasnya.

Namun Ratih mengaku masih ingin mengembangkan inovasi di perpustakaan Unika. Hal itu agar perpustakaan yang ada terus dijadikan tempat melakukan pembelajaran bagi para mahasiswa.(*)

Jateng Today, Rektor Unika, Prof Ridwan Sanjaya, perpustakaan, Perpustakaan Unika Soegijapranata Semarang, kompetisi Academic Library Innovation Award (ALIA), Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), Kepala Perpustakaan Unika, Rikarda Ratih Saptaastuti, jateng info, jateng terkini, jateng satu, jatengsatu.com