Jateng Today
Babi Ngepet Depok Viral: Ditangkap 7 Orang dengan Telanjang, Ini Berita Lengkapnya
Babi Ngepet Depok

Babi Ngepet Depok Viral: Ditangkap 7 Orang dengan Telanjang, Ini Berita Lengkapnya

JATENGSATU.COM — Kabar Babi Ngepet Depok mendadak viral dan kabarnya sudah lama diintai warga kelurahan Bedahan Depok karena banyak uang warga hilang.

Video penangkapan babi hutan yang dianggap babi ngepet itu pun viral lewat pesan berantai di sosial media.

Sebagain warga Kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok meyakini hewan tersebut adalah babi ngepet. Babi ngepet dalam masyarakat dikenal sebagai mahkluk jadi- jadian yang digunakan untuk mencuri uang.

Katanya, sebelumnya warga Bedahan banyak yang mengeluh kehilangan uang dan mencurigai yang yang hilang itu akibat ulah babi ngepet.

Kisah penangkapannya juga cukup unik karena harus ditangkap dengan kondisi telanjang bulat.

Pasalnya dulu babi ngepet tersebut sudah pernah ketangkap karena yang menangkap masih menggunakan pakaian maka hilang babi ngepetnya.

Maka babi ngepet Depok ini dipercayai bisa ditangkap jika orang yang menangkapnya tak menggunakan pakaian alias bugil.

Bahkan penangkapan itu dilakukan oleh beberapa orang warga dan tokoh masyarakat setempat.

Menurut warga, sebelumnya mereka melihat ada tiga orang manusia menggunakan sepeda motor mendatangi lingkungannya.

“Tiga orang yang satu dia nggak pakai baju hanya pakai jubah hitam,” ujar dia.

Suhanda mengatakan, pria yang memakai jubah hitam tersebut tiba-tiba berubah menjadi seekor babi kecil

Disebut kurang lebih membutuhkan waktu satu jam untuk jadi babi.

Tokoh agama setempat menyebut hewan itu dibunuh karena ukurannya terus-menerus mengecil.

Karena (ukuran babi itu) semakin lama semakin mengecil. Saat ditangkap ukurannya itu sedengkul, (kira-kira) di atas dengkul. Makanya ketika itulah kita putuskan, pertama semakin lama semakin mengecil takut (babi itu) menghilang

Seperti apa bentuknya?

Ustaz Adam Ibrahim kepada detik.com mengatakan babi ngepet itu kurang-lebih (tinggi babi) 30 sentimeter seperti anak babi.

“Cuma perbedaannya kalau anak babi itu belang garis, ya. Kalau ini bulu tua, bulunya gembel, hitam, tua. Jadi orang-orang yang ngerti tentang hal-hal binatang, itu mereka aneh karena anak babi nggak mungkin segini,” kata dia.

Adam mengatakan babi tersebut memakai kalung dan ikat kepala saat beraksi. Kalung yang dipakai babi itu diamankan, namun ikat kepalanya tidak ditemukan.

Dia juga menyebut keluarga dari orang yang diduga menjadi babi ngepet sudah menemuinya tadi siang.

Keluarga itu, sambungnya, ingin mengambil jenazah babi ngepet tersebut bila sudah menjadi manusia.

“Ya tadi sudah ada dua keluarga yang datang, mengakui, akan mengambil keluarganya, gitu. Tapi dengan syarat diam-diam akan ketemu saya malam ini, gitu ya. Jadi nggak mau ramai, dia mau diam-diam. Jadi ingin dimakamkan secara layak kalau sudah jadi manusia, kalau itu anaknya, keluarganya. Tapi kita sudah musyawarah ke tokoh masyarakat, kita akan kembalikan jenazahnya kalau memang benar jadi manusia nanti malam, gitu. Dijemputlah keluarganya,” ucap Adam.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan babi ngepet beraksi di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Warga pun menangkap babi ini dan memasukkannya ke kandang.

Dari video dan narasi yang beredar, babi ngepet ini diamankan di kawasan Bedahan, Sawangan, Depok. Babi ini ditangkap dini hari tadi di RT 02 RW 04, pukul 00.20 WIB.

Sementara itu, peneliti bidang zoologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Taufiq Purna Nugraha, mengatakan secara ilmiah tidak ada babi ngepet. Meski begitu, dia menghormati kepercayaan masyarakat sekitar.

Dikubur dengan Kepala-Badan Terpisah

Rasa dingin dan gigitan nyamuk tidak dihiraukan warga yang akan melakukan penangkapan babi ngepet.

Setelah ditunggu sekian lama dan sempat memupuskan harapan warga, terlihat tiga orang pria yang menggunakan sepeda motor matic merah memasuki lingkungannya. Ketiga orang itu merupakan bukan warga sekitar.

“Dari tiga orang, satu orang yang menggunakan jubah memasuki pekarangan milik ustaz, setelah itu melakukan ritual,” terang Matalih.

Matalih mengungkapkan, orang yang menggunakan jubah menjadi perhatian puluhan mata warga yang menyaksikan proses perubahan wujud manusia menjadi babi ngepet.
Setelah dipastikan berubah wujud, arahan komando Ustaz Adam, warga yang telanjang langsung melakukan penangkapan.

Saat penangkapan babi ngepet tersebut terlihat tali ikat kepala dan kalung berbentuk mirip tasbih.

Babi yang tertangkap dimasukkan ke dalam kandang yang terbuat dari bambu kuning sebagai salah satu syarat untuk mencegah babi untuk tidak keluar dari dalam kendang.

Pada awal penangkapan tubuh babi ngepet tersebut terlihat besar dan seiring matahari berputar dari timur menuju siang, tubuh babi ngepet mengalami penyusutan.

Rosad mengungkapkan, pemotongan babi ngepet dilakukan sekitar pukul 12.30 WIB diiringi lantunan ayat suci Al Quran dan salawat bersama warga.

Tidak ada perlawanan berarti saat dilakukan pemotongan di bagian leher dari babi ngepet. Hal itu dikarenakan babi ngepet tidak berdaya saat warga menangkap saat akan dipotong.

Babi dipotong, bagian kepala dan badan dipisah. Semua prosesi pemotongan babi ngepet berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Dimakamkan Secara Terpisah

Penguburan babi ngepet dilakukan seperti penguburan hewan lainnya. Penguburan dilakukan tidak seperti penguburan manusia, namun penguburan babi ngepet diletakkan di pemakaman keluarga.

Kuburan babi ngepet dibuatkan satu lubang dengan lebar 40 sentimeter dengan kedalaman 50 sentimeter.

Kepala dan badan babi dibungkus menggunakan kain yang digunakan dari hasil penyembelihan dan penangkapan.

Dikuburnya tidak dimandikan langsung dikubur saja, karena yang dikuburkan berbentuk hewan bukan manusia.

Saat proses penguburan, dirinya telah membuatkan satu lubang dengan dua kotak.

Kotak pertama digunakan untuk meletakkan badan babi, sedangkan kotak kedua digunakan untuk kepala babi.

Setelah memasukkan badan babi, dirinya menguruk tanah terlebih dahulu dan setelah itu memasukkan kepala babi.