Jateng Today
Heboh! TKA Asal China Pesta Daging Buaya di Kendari
Pesta Daging Buaya

Heboh! TKA Asal China Pesta Daging Buaya di Kendari

TRIBUNJATENG.COM, KENDARI – Sejumlah tenaga kerja asing asal Cina yang bekerja di PT Obsidian Stanless Steel (OSS), Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) memotong buaya untuk disantap

Fotonya dan videonya viral di media sosial.

Sebelumnya, Rabu (25/8) pagi, buaya muara sepanjang 3 meter muncul di sekitar jalan houling yang menghubungkan PT OSS dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di wilayah kawasan industri Morosi.

Kehadiran satwa yang dilindungi itu sontak mengejutkan para karyawan yang tengah bekerja, hewan reptil lalu ditangkap dan dipotong oleh sejumlah TKA.

Kepala Balai Konservasi Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra Sakrianto Djawie mengatakan, setelah mendapat laporan pihaknya langsung menurunkan tim ke PT OSS untuk diambil keterangan.

Saat tim tiba di lokasi, kata Sukrianto, daging buaya sudah habis disantap termasuk tulang dan kulitnya dijadikan sop.

“Keterangan sementara mereka (TKA) tidak tahu bahwa buaya itu dilindungi, tapi mungkin besok kita panggil yang bertanggung (pelakunya) karena mereka tidak tahu bahasa Indonesia.

Besok mereka akan didampingi penerjemahnya, pelakunya ada lima orang,” ungkap Sakrianto dihubungi via telepon, Rabu malam.

Ia menjelaskan, para pelaku pembunuhan satwa itu telah melanggar Undang- undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman 5 tahun.

Sakrianto mengungkapkan bahwa saat ditemukan buaya jenis muara itu sudah dalam kondisi sekarat, hal itu mungkin karena pengaruh limbah pabrik yang masuk ke rawa sebagai habitat buaya tersebut.

“Daerah Morosi itu kan banyak rawa, sungai juga ada.

Habibat buaya di situ, tapi sudah rusak karena adanya aktivitas pertambangan di situ, akhirnya dia naik ke darat,” terangnya.(kps)

PT OSS meminta maaf atas perlakuan pekerjanya yang membunuh dan memasak buaya menjadi sup di kawasan industri Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (25/8/2021).

Menurut Juru Bicara Manajemen PT OSS, Tommy, yang dilakukan para pekerja tersebut merupakan tindakan spontan untuk dikonsumsi dan tidak tahu aturan tentang perlindungan hewan. Laporan: La
“Atas tindakan itu kami meminta maaf kepada masyarakat. Kami memastikan tindakan serupa tidak terulang lagi,” katanya. (*)