Jateng Today
Mustain Tewas Tergencet Truk Muatan Batu, Tak Kuat Menanjak di Jl Teuku Umar Semarang
Truk Terguling Teuku Umar Semarang

Mustain Tewas Tergencet Truk Muatan Batu, Tak Kuat Menanjak di Jl Teuku Umar Semarang

JATENGSATU.COM, SEMARANG – INNALILLAHI WA INNA ILAHI ROJIUN, Mustain (55) warga Plamongsari, Pedurungan, Kota Semarang tewas tertindih truk di Jalan Teuku Umar, RT 2 RW 4 Tinjomoyo, Banyumanik, Kota Semarang, Selasa (27//7/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Truk berjalan mundur lalu tabrak pagar rumah hingga bodi truk timpa korban.

“Truk muatan batu tak kuat nanjak lalu terguling setelah hantam pagar besi rumah warga hingga pagar remuk,” kata Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit, Selasa (27/5/2021).

Kecelakaan tersebut menyebabkan satu orang tewas. Korban bernama Mustain (55) warga Plamongsari, Pedurungan, Kota Semarang.

Korban meninggal alami cidera berat di kepala dan mayat sudah dibawa ke RSUP Kariadi.

Sopir truk, lanjut Sigit, bernama Wahyu Imam Santosa (31) warga Plosorejo, Kemloko, Godong, Grobogan.

“Kerugian material dari kejadian itu sebesar Rp5 juta rupiah. Truk tak alami kerusakan berarti,” jelasnya.

Korban tertindih dump truk pelat K1858AF muatan material batu.

Truk terguling diduga tak kuat menanjak di kawasan tersebut sehingga truk alami kecelakaan tunggal.

Kejadian itu sempat membuat warga sekitar geger lantaran kecelakaan menimbulkan suara benturan keras.

“Saya sedang istirahat di kamar kaget dengar suara keras. Disusul suara adik saya yang berteriak ada truk guling,” terang saksi mata Wahyu (26) kepada Tribunjateng.com.

Dia menerangkan, selepas mendengar suara itu lantas berlari keluar. Benar saja ada truk terguling muatan material batu tak jauh dari rumahnya.

Dia lantas mendekati lokasi kejadian, tampak sopir kebingungan dan korban terjepit di antara kabin truk dan bak truk.

Posisi terakhir truk melintang ke arah barat ke timur.

Korban sempat mengeluarkan suara minta tolong beberapa kali namun selepas itu tak terdengar lagi suaranya.

“Ya ada suara minta tolong mas berulang kali tapi habis itu ga ada lagi. Sedangkan sopir habis itu pingsan melihat kernetnya seperti itu,” terangnya.

Warga setempat segera melakukan evakuasi korban. Berhubung medan dalam kondisi sulit lantaran korban terjepit warga lalu segera mencari dongkrak.

Selepas kurang lebih 15 menit berjibaku, korban berhasil ditarik oleh warga dalam kondisi sudah tewas.

“Kondisi korban mengenaskan, tulang tangan pada keluar,” jelasnya.

Dia mengatakan, kronologi kejadian bermula saat truk melintas dari arah utara ke selatan di jalan menanjak.

Truk muatan material batu itu hendak mengirim muatan ke Sendang Gombel namun melewati jalan kampung tersebut.

Hal itu pula yang membuat warga heran, tak biasanya ada truk melintasi kawasan pemukiman mereka.

Ketika melintasi jalan menanjak,truk tak kuat lalu meluncur bebas ke bawah.

Truk berhenti selepas terguling menghantam pagar rumah milik Sawung.

“Ya rumah pak Sawung pagarnya hancur kena hantama truk,” terangnya.

Truk saat ini dalam proses evakuasi pukul 15.37.

Mayat korban sudah dievakuasi ke RSUP Kariadi dibantu oleh jajaran relawan Semarang.

Dia melanjutkan, korban bisa tertindih bodi truk lantaran saat kejadian berada di bak truk.

Menurutnya, seandainya korban berada di kabin dimungkinkan selamat.

“Saya di depan korban di bak. Saat kejadian korban juga tak meloncat,” terangnya.

Dia mengungkapkan, kondisinya hanya alami lebam di wajah.

Dia sudah mendapatkan perawatan medis dari Ambulance Hebat.

Ketika ditanya hendak kirim barang tujuan kemana, Imam tak tahu lantaran baru pertama kali mengirim material.

Dia juga tak tahu tonase muatan truknya tersebut.

“Tadi ada orang perwakilan proyek yang jemput. Namun saat habis kecelakaan tak cari ga ada,” tuturnya.