Jateng Today
Robot Covid Heroes Bot Buatan Siswa MAN 1 Semarang Juara Satu di Asia Tenggara
Covid Heroes Bot MAN 1 Semarang

Robot Covid Heroes Bot Buatan Siswa MAN 1 Semarang Juara Satu di Asia Tenggara

JATENGSATU.COM — RUAR BIASA! Siswa-siswi MAN 1 Semarang sukses meraih medali emas dalam kontes robot Asia Tenggara.

Robot Covid Heroes Bot rakitan siswa MAN 1 Kota Semarang berhasil meraih medali emas pada kompetisi Robot Competition Asian Youth Robotic Olympiad (AYRO) Singapore 2021.

Tim robot terdiri dari enam siswa yaitu Fentika Zahra, Galih Dwi, Komara Indra, Ela Fitriana, Faisal Nur, dan Ayub Fatwa Ibrahim dengan guru pembimbing Aris Fakhfuddin dan Minanur Rahman.

Guru pembimbing yang juga Wakil Kepala MAN 1 Semarang, Aris Fakhfuddin mengapresiasi siswanya atas prestasi yang diraih tingkat Asia Tenggara ini.

Peserta total 80 dari 18 tim, yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura selaku tuan rumah.
Robot rakitan pelajar MAN 1 Semarang kategori Kreativ MRT.

Robot dirancang terkait dengan protokol Kesehatan sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui Kemendikbud terkait dengan pembelajaran tatap muka (PTM) bisa menimbulkan dampak positif dan negatif.

Robot yang dinamai “Covid Heroes Bot” ini berfungsi untuk membantu madrasah dalam pelaksanaan PTM saat pandemi agar bisa berjalan dengan baik.

Koordinator tim robot, Fentika Zahra mengatakan, sistem kerja robot ini adalah setiap siswa yang masuk ke pintu gerbang MAN akan dilakukan pengecekan suhu secara otomatis.

Jika suhu tubuh di atas 37 derajat celcius, maka sensor akan menyala kemudian membukakan pintu jalur evakuasi dan robot mobil klinik akan menjemputnya.
Kemudian mobil akan membawa menuju ke klinik untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh satgas Covid-19.

Jika siswa dengan suhu di bawah 37 derajat celcius maka akan secara otomatis pintu akan terbuka. Otomatis akan diberikan hand sanitizer dan masker

Jika siswa membawa barang bawaan seperti tas maka barang akan diperiksa secara otomotis terkait sterilisasi barang.

Setelah itu siswa masuk kelas, jika dalam kelas tersebut overload dan jarak tidak aman maka sensor akan berbunyi dan ada peringatan.

Ia menyampaikan, persiapan untuk pembuatan robot ini yaitu selama dua minggu.
Kendala yang dihadapi yaitu keterbatasan kit dan masih pemula sehingga diperlukan evaluasi.

Sumber : Tribun Jateng Cetak