Jateng Today
GRAND OPENING RUMAH SAKIT UMUM BANYUMANIK 2 SEMARANG
RS Banyumanik 2

GRAND OPENING RUMAH SAKIT UMUM BANYUMANIK 2 SEMARANG

EXCELLENCE SERVICE DI BIDANG KESEHATAN MENYONGSONG INDONESIA EMAS SEBAGAI WUJUD ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN”.

JATENGSATU.COM, SEMARANG — Pembangunan Rumah Sakit Umum Banyumanik 2 (RSUB 2) Semarang yang dirintis sejak2014 dimaksudkan sebagai wujud komitmen pangejawantahan nyata Islam sebagai rahmatan lilalamiin dan akhlakul karimah untuk membantu sesama, terutama masyarakat menengah ke bawah.

“Sejak awal munculnya ilham atau ide untuk merintis pendirian RSUB 2 Semarang ini dimaksudkan sebagai dakwahbil haal atau dakwah dengan tindakan nyata dalam rangka mewujudkan Islam rahmatanlilalamin.

Dalam hal ini kita mengupayakan Islam memiliki kontribusi nyata meringankan beban masyarakat di bidang layanan Kesehatan seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah,” ujar Ketua Umum Yayasan Al Manshurin, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistyono, M.Hum.

Oleh karena kondisi tertentu, masyarakat menengah ke bawah memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan yang memadai. Hal lain yang memotivasi Yayasan Al Manshurin Semarang mendirikan RSUB 2 adalah upaya untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan bonus demografi.

“Bonus demografi diprediksi mencapai puncaknya pada 2030 dan program pemerintah dalam rangka menyongsong GenerasiEmas 2045 ketika usia kemerdekaan Indonesia mencapai seabad.

Di saat itulah struktur penduduk Indonesia didominasi oleh usia produktif yaitu sekitar 66%. Artinya proporsi penduduk usia produktif 66% itu akan menggung hanya 44% penduduk yang kurang produktif.

Dengan memberikan layanan kesehatan masyarakat yang memadai juga berarti membantu PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals) atau pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan umat manusia,” imbuh Singgih, yang juga merupakan Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro.

Menurut Singgih, komposisi penduduk yang didominasi oleh usia produktif ini akan menjadi kekuatan penggerak yang luar biasa besar untuk bergerak dan melaju dengan pesat. Hal itu pernah dialami oleh Jepang dan Korea Selatan yang telah melahirkan bangsa besar seperti sekarang ini.

Kelompok penduduk usia produktif memiliki potensi untUkmenjadimesinpendorong(driving machine) bagipertumbuhanekonomidan kemajuanpembangunan.

“Andaianak-anakkitasaatiniberusia 15 tahun, makasaatpuncak bonus demografiusiamerekasekitar 30 tahun. Merekasedangberadapada masa puncakenergiuntukbekerja dan berkaryauntukbangsa. Iniakanmenjadikekuatan yang luarbiasa. Bung Karnopernahmenyatakan: ‘Berikanaku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku satu pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia’”, imbuh Singgih

Anak-anak yang kini berusia belasan tahun itu, menurut Singgih,harus dipersiapkan sebaik mungkin untuk menyiapkan diri mengelola negeri ini pada 2030- 2035, “Namun tentu saja untuk menyiapkan generasi muda yang unggul dan kompetitif tidak gratis tetapi perlu efforts yang membutuhkan sumber daya yang strategis. Pertumbuhan penduduk muda akan bisa menjadi rahmat tetapi sebaliknya juga bisa menjadi bencana tergantung bagaimana mempersiapkannya,” katanya.

Menurut Singgih, rakyat Indonesia harus berinvestasi dengan menyediakan infrastruktur dan opportunity agar penduduk muda ini bisa mengoptimalkan potensinya menjadi generasi emas yang cemerlang, “Sudah tentu hard infrastructure seperti jalan tol, pembangunan gedung perkantoran, pusat-pusat perbelanjaan dan lain-lain tidaklah cukup.

Hal yang juga tidak kalah penting adalah soft infrastructure terutama pendidikan dan layanan kesehatan serta fasilitas dan kompetensi digital yang prograsif. Jika kita menginginkan agar bonus demografi dan fenomena GenerasiEmas 2045 akan menjadi rahmat, maka baik hard maupun soft infrastructures ini harus kita sediakan bersama-sama,” kata Singgih.

Upaya untuk meberikan layanan kesehatan yang memadai tentu saja juga membutuhkan baik hard infrastructure maupun soft infrastructure sekaligus, baik hardware maupuns oftware termasuk penyediaan kulaitas SDM tenaga kesehatan yang well educated. Tanpa dukungan kedua elemen ini maka kita tidak akan bisa memberikan layanan kesehatan yang excellence,“Jadi layanan kesehatan yang baik akan menentukan derajat kualitas SDM yang dimiliki di masa mendatang,” imbuhnya.

Singgih menambahkanbahwa ketidakmampuan menyediakan layanan kesehatan yang prima (excellent healthcare services) akanmenghilangkan kesempatan generasi muda sebagai generasi emas untuk tumbuh secara optimal.

Dalam pandangan Singgih, ketidakmampuan tersebut juga menyebabkan kita akan kehilangan kesempatan (lost opportunity) untuk menjadi negara yang maju. Akibatnya, bangsa Indonesia harus membayar opportunity cost yang akan disesali dalam sepanjang sejarah.

Dalam hubungan itulah RSUB 2 Semarang berihtiar untuk memberikan excellence service di bidang Kesehatan kepada seluruh lapiran masyarakat di Semarang dan sekitarnya khususnya untuk masyarakat menengah ke bawah agar derajat Kesehatan mereka meningkat guna membangun generasi muda yang unggul dan kompetitif.

Itu semua akan kita niati untuk mencari ridho Allah SWT, membantu bangsa dan negara, serta melayani sesama manusia guna menciptakan kehidupan dunia yang sejahtera.

“Kami memohon doa-restu dan bimbingan segenap stake holders baik dari jajaran pemerintah (Bapak Gubernur Jawa Tengah dan Walikota Semarang dan segenap Forkompinda) maupun dari saudara-saudara yang bergerak di Lembaga Swadaya Masyarakat beserta seluruh masyarakat Semarang dan sekitarnya.

Insha Allah setelah Grand Opening ini, kami akan memberikan layanan kesehatan yang prima (excellence),” demikian harapan Singgih menutup pembicaraan.

 

Sekilas Sejarah Pendirian RSUB 2

Rumah Sakit UmumBanyumanik 2 merupakan wujudan di Yayasan Al Manshurin Semarang dalam mendarma baktikan amalnya dalam rangka kemanusiaan (basyariyah), keislaman (Islamiyah), dan kebangsaan (wathoniyah).

Rintisan pendirian rumah sakit ini dimulai sejak enam tahun yang lalu (2014). Perjalanan panjang dalam proses pembangunannya menunjukkan bahwa untuk merealisasikan ihtiar itu memerlukan perjuangan yang panjang baik dari sisi finansial, penyiapan SDM, perangkat keras dan perangkat lunak (system IT), dan sebagainya.

Rumah sakit ini merupakan pengembangan dari Rumah Sakit Banyumanik yang berada di Jalan Bina Remaja, Banyumanik, Semarang. Hal ini dilakukan karena sesuai dengan permintaan masyarakat terhadap layanan Kesehatan yang lebih baik sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

Pada awalnya, pembangunan Rumah Sakit Umum Banyumanik Semarang ini diproyeksikan untuk mengganti Rumah Sakit Banyumanik yang lama. Namun, dengan melihat kecintaan dan hubungan batin antara RSB dengan masyarakat sangat dekat, makaRSB masih tetap diupayakan untuk tetap beroperasi.

RSUB 2 Semarang ini dipersiapkan untuk menjadi rumah sakit Tipe D. Tidak menutup kemungkinan RSUB 2, suatu saat akan ditingkatkan menjadi rumah sakit Tipe C. Gedung RSUB 2 yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan No 57 Semarang ini berdiri di atas tanah seluas 6.921 m2 dan luas bangunan 9.098 m2.

Untuk meneguhkan komit menguna memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat, maka RSUB Banyumanik 2 ingin mewujudkan visi:

“Menjadi rumah sakit umum pilihan utama masyarakat dalammeningkatkan derajat kesehatan yang optimal’. Untuk mewujudkan visi itu, RSUB 2 melaksanakan misi:

1) Memberikan pelayanan kesehatan paripurna yang terbaik kepada masyarakat secara efektif dan efisien;

2) Menyediakan sumber daya manusia yang religius dan profesional; dan

3) Menyediakan sarana dan prasarana pendukung yang sesuai dengan standar pelayanan.

Dalam mewujudkan visi dan melaksanakan misi, RSUB 2 Semarang mendasarkan semua aktualisasi pada nilai-nilai enam thobiat luhury aitu: Jujur, Amanah, MujhidMuzhid (efektif dan efisien), Rukun, Kompak, dan Kerjasama yang baik,

KeunggulanLayanan

Sesuai dengan potensi yang dimilikinya, RSUB 2 mengembangkan excellence atau keunggulan di bidang Trauma Center untuk melayani kegawat darutan akibat kecelakaan dan sebab-sebab yang lain, yang menyebabkan ancaman cacat fisik dan kejiwaan.

Oleh sebab itu RSUB 2 berusaha memberikan pelayanan prima dalam hal IGD, Ambulance, Laboratorium, Radiologi, Kamar Operasi, ICU, Rehabilitasi Medik, Apotek, dan CT Scan (Computed Tomography Scanning).

Jenis-jenis layanan yang dikembangkan yaitu:

  • Instalasi Gawat Darurat 24 Jam,
  • Poliklinik Kandungan (terdiridari: a) Pemeriksaan dan Konsultasi, b) Kehamilan, Penyakit Kandungan, Gangguan Menstruasi, dll., c) Konsultasi dan Pelayanan Kontrasepsi Keluarga Berencana, d) Pemeriksaan Ultra Sonografi (USG), d) Pemeriksaan Papsmear.
  • Poliklinik Penyakit Dalam (layananendoscopy dan colonoscopy).
  • Poliklinik Bedah Umum: a) Pemeriksaan, Konsultasidan Pengobatan, b) Khitan, c) Angkat Tumor Jinak (Lipoma, dll), d) Pasang dan Buka Gips
  • Poliklinik Anak: a) Pemeriksaan, Konsultasi dan Pengobatan, b) Imunisasi, c) Pemeriksaan Kesehatan dan TumbuhKembang Anak.
  • Poliklinik Saraf
  • Poliklinik Mata
  • Poliklinik THT
  • Poliklinik Jiwa
  • Poliklinik Gigi: a) Pemeriksaan, Konsultasidan Pengobatan, b) Pembersihan Karang Gigi (Plague), c) Tambal Gigi, d) Cabut Gigi Tetap, e) Cabut Gigi Sulung, f) Pasang Gigi Palsu, g) Splinting (Penguatan Gigi Goyah), h) Ortodonia (Meratakan Gigi)
  • Fisioterapi: a) Pemeriksaan, Konsultasi, Fisioterapi (Diatermi, Short Wave), b) Diatermi /SWD, Nebulizer), c) Pengadaanalat-alatrehabilitasi
  • Klinik Kesehatan Ibu dan Anak: a) Pemeriksaan Kehamilan , b) Masalah Menyusui, c) Keluarga Berencana (KB), d) Imunisasi, e) Tindik Bayi, f) Pemeriksaan Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak
  • Instalasi Laboratorium 24 Jam
  • Instalasi Radiologi 24 Jam: a) Rontgen X Ray, b) USG, c) CT Scan
  • Instalasi Farmasi 24 Jam