Friday , 1 March 2024
Jateng Today
Bank Sampah Rute Resik Jabungan Solusi Atasi Masalah Sampah
Polines

Bank Sampah Rute Resik Jabungan Solusi Atasi Masalah Sampah

Bank Sampah Rute Resik Jabungan Solusi Atasi Masalah Sampah

Masalah sampah semakin hari akan semakin komplek dan merupakan permasalahan lingkungan yang cukup krusial di era sekarang ini.

Pengurus Bank Sampah di Dukuh Kaum, Jabungan Kota Semarang sudah dibentuk dengan pendampinan Tim PKM – M Rute Resik Politeknik Negeri Semarang yang bernama Bank Sampah Rute Resik Jabungan.

Tim PKM – M Resik beranggotakan Larasita Prameswari, Ivana Rizki Aulia, Ahmad Lufi Alfianul β€˜Ula, Novia Aulia Nor Fitryan, dan Arsyan Dhimas Setyawan.

Bank sampah ini diresmikan beberpa waktu lalu dengan diketuai oleh Sutarti sebagai Direktur I dan Sumi sebagai Direktur II.

Struktur organisasi di Bank Sampah Rute Resik Jabungan terdiri dari sekretaris, bendahara, koordinator wilayah untuk setiap RT, divisi pemilah sampah, divisi humas, divisi penimbangan, divisi pemasaran, serta divisi pembukuan. Sehingga total pengurus Bank Sampah Rute Resik Jabungan sebanyak 20 orang.

Tak lupa, bank sampah ini juga bekerjasama dengan pengepul. Untuk meningkatkan antusias warga dalam memilah sampah, maka setiap KK mendapat karung.

Pelaksanaan perdana kegiatan bank sampah dilaksanakan di pelataran Rumah Direktur II Bank Sampah Rute Resik Jabungan, Sumi.

Kegiatan bank sampah terdiri dari absen pengurus bank sampah, pendataan nasabah baru, penimbangan sampah, merekap jenis sampah dan perhitungan nominal uang yang diperoleh warga dari hasil penjualan sampah ke buku tabungan nasabah dan buku rekap.

Sampah dipilah yang nantinya dijual ke pengepul dan diolah untuk dijadikan tenda camping dan ecobrick. Tenda camping merupakan inovasi pengolahan sampah plastik serta ecobrick akan memanfaatkan potongan – potongan sampah plastik agar tidak menjadi sampah yang tidak dimanfaatkan.

Adapun sampah yang disimpan untuk diolah yaitu botol plastik, kemasaan makanan dan minuman, serta plastik kresek. Selain itu, sampah akan dijual ke pengepul.

Berdasarkan kesepakatan dengan warga, maka pelaksanaan bank sampah di Dukuh Kaum, Jabungan akan dilaksanakan setiap satu bulan sekali dan pengambilan uang tabungan setiap tiga bulan sekali.

Dengan diadakannya program bank sampah, maka masyarakat akan terbiasa untuk memilah sampah dan menabung di bank sampah, sehingga kebiasaan mengumpulkan dan membakar sampah akan ditinggalkan secara perlahan. Sehingga, lingkungan yang bersih akan terwujud dan dapat meningkatkan perekonomian warga Dukuh Kaum.

Program bank sampah merupakan penyelesaian permasalahan sampah yang sangat solutif. Kegiatan bank sampah terdiri dari memilah sampah sesuai jenisnya, seperti koran, kertas, duplex, botol plastik, gelas plastik, kemasan makanan dan minuman, aluminium, besi, kaleng bekas, dan lainnya kemudian sampah tersebut ditabung atau dengan kata lain dijual ke bank sampah, dan masyarakat akan mendapat imbalan ekonomi berupa uang sebagai hasil penjualan sampah mereka ke bank sampah.

Selanjutnya, sampah akan dijual ke pengepul oleh bank sampah dan dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Dari situ, program bank sampah akan membentuk budaya memilah sampah oleh masyarakat. Sehingga, sampah yang tadinya hanya dibuang dan dibakar oleh Masyarakat Dukuh Kaum, Jabungan dapat ditangani secara bijak. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*